Senin, 23 Januari 2012

CERPEN : SETIA ITU INDAH


Tahukah kamu sayang?
Setelah 2 tahun aku menunggumu disini , aku tetap menjaga cinta ini, tak lelah untuk bersabar, tak henti aku terus berusaha mencoba untuk tetap menunggumu disini.
Tak pernah terpikir di pikiranku untuk bermain hati di belakangmu.
Karena aku percaya, kamu juga tak akan pernah bermain hati di belakangku dan kamu juga akan selalu menjaga cinta kita selamanya,
seperti yang kamu ucapkan sebelum kamu pergi meninggalkan aku
'aku tak akan pernah untuk mendustaimu dan aku akan mencintaimu selamanya, aku akan kembali untuk bersamamu'
1 bulan berjalan tanpa kamu di sisiku, komunikasi aku dengannya lancar.
Tapi pada bulan ke 2 tak pernah ada kabar lagi padaku .
Aku sedih , bercampur kecewa. 
Kenapa dia tak menghubungi aku lagi, apa mungkin dia lagi sibuk?
Aku tak tau untuk apa dia pergi ke Jepang, dia hanya berkata 'aku pergi hanya untuk beberapa waktu untuk urusanku, aku akan kembali jika urusanku telah selesai'.
Dia pergi bersama kakaknya, kakak satu"nya. Sebut saja ka Ochi. tanpa kabar , tanpa komunikasi, aku jalani hidup aku sendiri selama 2 tahun.
Tahun ke 2 pun tlah usai, aku mendapat kabar dari dia lewat Emailnya, aku senang sekali mendapatkan Email darinya.
Email itu berisi "sayang, aku akan pulang Besok, temui aku di Bandara".
KeEsokan harinya , tepat pukul 8.00 AM aku pergi ke Bandara, duduk menunggu di kursi tunggu.
Perasaan ini sudah tak tahan ingin bertemu dengannya, memeluknya dengan rasa Rindu.
Setelah 2 jam aku menunggu, ku lihat kak Ochi menghampiriku tanpa dia dengannya.
Kak ochi tersenyum padaku dan menyapaku, 'hay apakabarnya?'
aku tersenyum dan membalas sapaannya.
'hey juga ka, kabar aku baik, kakak apakabar? Lama tak berjumpa'.
Kak Ochi menjawab dengan lembut dan berkata. 'kakak baik-baik saja'.
Lalu aku bertanya, 'ka, Stevan nya mana?'
ka Ochi menatapku dengan mata berkaca-kaca seperti menahan tangis. Dan ia pun berkata, 'kamu rindu pada dia?'
aku semakin heran dengan pertanyaan ka Ochi, yang jelas" itu tidak usah di pertanyakan Karena pertanyaan itu pasti terjawab oleh semua orang.'ya tentu ka, aku rindu sekali padanya'. Jawab ku
'oh ya, kamu tau dari mana kalau kakak dan stevan pulang hari ini?'. Tanya ka Ochi.
'aku dapat email dari stevan'. Jawabku.
ka Ochi meneteskan air matanya dan berkata, 'TIDAK MUNGKIN'.
Seribu pertanyaan dalam pikiranku, kenapa kak Ochi menjawab tidak mungkin? Dan kenapa ka Ochi meneteskan air matanya?. Apakah terjadi sesuatu pada Stevan ? Jantungku berdetak lebih cepat, keringat besar dan kecil tiba" keluar begitu saja.Tiba" ka Ochi memelukku, dan aku bertanya, 'ka, apa yang sebenarnya terjadi?'.
Ka Ochi menjawabnya sambil terisak menangis memelukku. 'kamu wanita yang kuat, kamu wanita yang sabar, kamu wanita yang setia, jadi kamu harus tegar ya, maafin kaka, kaka baru bisa bicarakan ini sekarang'.'Ada apa ka?' tanyaku.Ka Ochi melepaskan pelukannya dari tubuhku. Dan berkata. 'Ste, Ste, Stevan telah pergi meninggalkan kita untuk selamanya'.
'Maksud kaka, Stevan ....'. Aku tak kuasa menahan air mataku, dan membiarkannya jatuh perlahan.Ka Ochi hanya menganggukan kepalanya. Lalu aku memeluk ka Ochi, sungguh tak percaya, aku kehilangan Stevan, aku tak sadarkan diri.

Ketika aku bangun, aku sudah berada di rumah sakit.Ka Ochi, mama, dan papa menemaniku.'Stevaaaan, Stevaaaan, TIDAK MUNGKIN, tidak mungkin, tidak mungkin'. Teriakku , air mataku tak tertahankan.

'Sabar sayang, sabar, kamu harus bisa menerima kenyataan'. Ucap mama.Aku hanya bisa menangis dan memeluk photo stevan yang slalu aku bawa kemanapun aku pergi.

Ka Ochi membuka tasnya dan mengeluarkan amplop surat berwarna pink, dan itu ternyata untuk aku.'ini dari Stevan buat kamu'. Kata ka Ochi.Aku mengambilnya dan membacanya.Setelah aku lihat tanggal itu di buat, ternyata tanggal hari ini 21 Januari 2000.Aku membacanya , dan meneteskan air mata.
Inilah isi suratnya :

21 Januari 2000

dear Stevani
salam sayang,salam rindu.

Aku kembali hari ini membawa 100 juta maaf buat Stevani dari Stevan .
Jangan ada sesal , jangan ada penyesalan.
Aku tau ini sulit, aku tau ini sakit.
Sayang,
aku tau kamu sabar menanti aku,sekarang janjiku terpenuhi ,
aku kembali walau dalam bentuk surat.
Sayang,
aku meminta maaf untuk buaian yang tidak pernah terlupakan,
aku terlihat sehat, tetapi aku berpenyakit.
Sayang,
aku tak bisa untuk melawan takdir Tuhan.
Ini adalah yang terbaik.
Sayang,
walau ragaku terpisah jauh,tapi jiwaku selalu berada dalam hatimu.
Aku sengaja membuat surat ini sebelum kematian menjemputku,
karena aku selalu ingat kepadamu.
Sayang,
ingat selalu kenangan kita berdua.
Aku juga sangat bahagia saat mengingat masa" waktu kita bertemu dulu.
Pertama aku melihat kamu, kamu begitu cantik dan menawan.
Sayang,
aku tidak pernah menyesali kepergianku,
karena kamu tetap milikku selamanya.
Sayang,
jangan pernah takut, aku akan selalu menemanimu kemana pun kamu pergi,
jejak langkahmu akan selalu kuhiasi dengan cintaku.
Aku akan selalu sayang padamu .
I Love U .

Salam cinta yang paling dalam.
Stevan


aku menangis , air mataku tak bisa berhenti.
Dalam hatiku berkata,aku tak boleh cengeng, aku tak boleh sedih.Karena Stevan selalu ada di hati aku 


                                                 **********************************



Tidak ada komentar:

Posting Komentar